Puisi: Dusta

Dusta

bagai racun manis

air hujan menerpa lidah seorang

dalam sesaat itu

seorang kembali begitu cepat

pojok kosong membaui rasa lembab

hampir,

tanpa sisi kemanusiaan

Miftahuddin Munidi

November 2007

Tulis sebuah Komentar