Dusta
bagai racun manis
air hujan menerpa lidah seorang
dalam sesaat itu
seorang kembali begitu cepat
pojok kosong membaui rasa lembab
hampir,
tanpa sisi kemanusiaan
Miftahuddin Munidi
November 2007
Agustus 30, 2008 pada 11:45 am (puisi)
Tags: puisi, sastra
Dusta
bagai racun manis
air hujan menerpa lidah seorang
dalam sesaat itu
seorang kembali begitu cepat
pojok kosong membaui rasa lembab
hampir,
tanpa sisi kemanusiaan
Miftahuddin Munidi
November 2007