September 7, 2008 pada 7:26 am (Andika Dias baradanu)
Tags: Andika Dias baradanu

Andika Dias Baradanu merupakan nama lain dari Miftahuddin Munidi yang lahir di Bawahan Pasar 21 Agustus 1987 adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan M. Sya’rani dan Masdiana. Saat ini terdaftar sebagai mahasiswa di Fakultas Ekonomi Unlam jurusan manajem angkatan 2006.
Saat ini beralamat di Bawahan Pasar Kec. Mataraman Kab. Banjar No. 103. kode pos 70672. 0511 6137591 nedymiftah@yahoo.com.
Sekarang ini masih dalam tahap belajar menulis cerpen dan puisi di bawah bimbingan kawan-kawan di Banjarbaru dan Martapura. Pernah bergabung dan diantaranya masih aktif di beberapa komunitas seni. Seperti Komunitas Tanda Tanya (KTT), Teater Intan M2M, Sangar Matahari, Sanggar Sarumpun dan Watas Media.
Tinggalkan sebuah Komentar
September 7, 2008 pada 7:16 am (puisi)
Andika Dias Baradanu
Cemburu saja
mengerikan ketika rindu termangsa hantu malam
meneteskan keberingasan jarak yang berbau sesajian
jalan berkabut serasa membuta arah
mengiringi kemana entah
pegadang meminum secangkir kembara angan
pelengkap ronda malam para lelembut kesepian
aku ikut bagian terbawa jadi gentayangan
mencari kenangan di jatuhnya tetesan sukma
menerawang titisan rindu berdarah bernanah
membusuk dalam sekubur cemburu
Tinggalkan sebuah Komentar
September 6, 2008 pada 6:06 am (puisi)
Tags: puisi
Angkuh
Miftahuddin Munidi
buram warna bianglala di hari mendung bekas hujan
hanya sebuah sinar, cahaya menari lalu bagai lari
tunjuk yang mana warna bianglala?
merah jingga kuning belum padu
hijau biru nila ungu satu persatu sana-sini
sendiri-sendiri masing-masing
Bawahan Pasar, Oktober 2007
Tinggalkan sebuah Komentar
September 1, 2008 pada 3:26 pm (puisi)
Tags: puisi
Buat kau hudan
di telanjangnya zirah ideologi membaja
kau
sekedar wanita mungkin pernah meluka
laku satria bukan kebetulan, kau punya
nisbatkan kerudung ala kartini dulu
jika
nian kekar semangat tak kepalang
bunda kandung, kau lahir juga
benahi kelakar tuhan yang belum rampung
hudan…
berkarya berarti sampai akhir
kau juang bikin ramuan kata tuah
kamikami seret di lembah naik bukit
kaukami bikin orasi
maju serempak naik sajak paling oke.
Minggu, 31 Agustus 2008
Di book Cafe
Miftahuddin Munidi
Tinggalkan sebuah Komentar
Agustus 30, 2008 pada 11:45 am (puisi)
Tags: puisi, sastra
Dusta
bagai racun manis
air hujan menerpa lidah seorang
dalam sesaat itu
seorang kembali begitu cepat
pojok kosong membaui rasa lembab
hampir,
tanpa sisi kemanusiaan
Miftahuddin Munidi
November 2007
Tinggalkan sebuah Komentar
Agustus 30, 2008 pada 11:33 am (Uncategorized)
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
1 Komentar